Senin, 30 Oktober 2017

Urgensi Pendekatan Spiritualiatas dalam Pendidikaan Agama Islam




Pusat Media- Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Agama menjadi pemandu dalam mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan ummat manusia, maka internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan pribadi menjadi keniscayaan yang ditempuh melalui pendidikan, baik itu pendidikan di sekolah, keluarga maupun masyarakat. Konseptualisasi terhadap pendidikan terhadap anak dengan pendekatan spiritual dalam pendidikan agama islam menjadi hal yang sangat penting dimasa kini, karena ternyata konsep dan teori-teori yang ada tidak mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya memberikan stimulus atau dampak baik terhadap peserta didik di era globalisasi dengan segala anomalinya atau penyimpangan-penyimpangannya.

Spiritual berasal dari kata spirit yang berarti roh. Kata ini berasal dari bahasa Latin, spiritus, yang berarti napas. Spiritualitas adalah hubungannya dengan Yang Maha Kuasa dan Maha pencipta, tergantung dengan kepercayaan yang dianut oleh individu. Diri kita yang sebenarnya adalah roh kita itu. Roh bisa diartikan sebagai energi kehidupan, yang membuat kita dapat hidup, bernapas dan bergerak. Spiritual berarti pula segala sesuatu di luar tubuh fisik kita, termasuk pikiran, perasaan, dan karakter kita. Tentu ada hubungann yang sangat urgen dengan kehidupan sehari-hari, baik dalam pendidikan didalam keluarga, masyarakat, maupun di sekolah.
 
Pendekatan spiritualitas dalam pendidikan Agama Islam bertujuan untuk membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Dapat diambil contoh, jika seorang manusia yang taat dalam menjalankan perintah Allah SWT dan tebal keimanannya. Maka akan berpengaruh dalam kehidupan sehari-harinya, misalnya dia akan lebih bertutur kata yang lembut dalam ucapannya dan tidak akan sekalipun meninggalkan kewajibannya sebagai umat beragama. Besar sekali manfaat yang dapat kita peroleh jika pendekatan spiritualitas dapat kita sandingkan dengan pendidikan Agama Islam di sekolah, niscahya akan terbentuk pribadi-pribadi yang unggul.


Pendekatan spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan. Ketahuilah, manusia hanya memiliki kemampuan untuk membuat cita-cita, mengemas impian, menyusun strategi, menulis rencana teknis dan melakukan teknis aplikasinya. Selebihnya, ada kekuatan lain yang mengendalikan, ya semuanya ada dalam kendali dan kuasa Sang Kuasa. Inayat Khan menegaskan bahwa “The world of today would have been much better than it is if there had been a spiritual ideal placed before it as well as a material ideal, which seems to be the only goal of the modern world. This only can be the solution of the difficult problem of world reform that faces humanity”. Menurutnya dunia sekarang ini akan lebih baik jika ideal spiritual ditempatkan menjadi prioritas yang lebih utama daripada ideal material yang kelihatannya menjadi satu-satunya tujuan dunia modern.

Oleh karena itu, tidak ada harapan untuk kemajuan umat manusia sampai ideal spiritual ditampilkan dan menjadi tema sentral pendidikan Agama Islam. Salah satu dampak yang dihasilkan pendekatan spiritualitas dalam pendidikan terutama dalam pendidikan Agama Islam, baik itu pada pendidik maupun pada peserta didik adalah menjadikan perasaan kita menjadi tenang, ketika melakukan aktivitas dalam sekolah baik saat melakukan pembelajaran maupun saat bersosialisasi denga lingkungan sekitar. Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Agama bahwa “Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dalam upaya menemukan ketenangan batin dapat dilakukan melaui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”.

Tampaknya pendidikan memang alat yang paling ampuh untuk merealisasikan suatu perubahan pada negara. Namun perlu diingat, bahwa pendekatan spiritualitas dalam pendidikan sangan urgen apalagi dalam pendidikan Agama Islam sehingga terbentuknya manusia yang berkarakter unggul dalam moral dan akhlaknya sebagai makhluk Allah dan dalam hubungannya dengan manusia. 



EmoticonEmoticon