Sabtu, 07 Oktober 2017

Tips Menjaga Kehamilan Muda Dari Risiko Keguguran


Pusat Media- Awal kehamilan atau sering disebut dengan hamil muda, merupakan saat-saat yang membingungkan. Dengan berbagai perubahan yang alami, sebaiknya ditanggapi dengan tepat untuk menjaga kehamilan agar tetap sehat.
Banyak penyesuaian tubuh yang dipicu oleh hormon, hal ini berguna agar bayi dapat tumbuh dengan normal dan sehat dalam kandungan. 

Berikut ini adalah beberapa cara menjaga kehamilan muda sehingga Anda aman dari resiko keguguran.

1. Hindari aktivitas berat

Pada awal kehamilan, ibu hamil akan mudah lelah dan bahkan kdang pingsan karena darah rendah. Sangat dianjurkan bagi anda untuk tidak memaksakan diri melakukan tugas berat. Hindari duduk atau berdiri terlalu lama.
Pastikan jika memiliki waktu istirahat yang cukup. Jangan salah, terlalu lama berdiam diri akan membuat badan lebih mudah lemas dan tidak nyaman. Bila perlu, lakukan semua aktifitas secara terjadwal. Jika Anda wanita karir, tips menjaga kehamilan usia muda adalah saat trimester pertama.
Pada tahap tersebut, tubuh perlu penyesuaian karena tidak hanya fisik dan psikologis yang berubah, namun juga faktor hormon dalam tubuh yang dapat mempengaruhi kinerja Anda.

 

2. Mengendalikan kondisi emosional 
Hal ini sangat perlu di olah secara baik,karena  kehamilan dapat memicu berbagai emosi, seperti gembira, bersemangat, hingga gelisah dan lelah. Ibu hamil seringkali cemas mengenai kondisi bayi, kemampuan mengasuh, hingga kondisi finansial. Namun, jangan sampai hal-hal tersebut menyebabkan stress. Stress pada ibu hamil pasti akan memberikan akibat pad ajnin yang dikandungnya, karena posisi janin yang berada di dalam rahim dapat merespon apa yang sedangn dialami oleh ibunya. Stress pada ibu hami juga mengakibatkan risiko melahirkan bayi prematur dan bayi yang lebih kecil.
Sangat normal ibu hamil mengalami perubahan emosi yang nai turun atau tiba-tiba merasa ingin menangis. Mikmati setap proses dalam menjaga kehamilan, jangan terlallu memaksakan atau menghakimi diri. Mintalah ddukungan dari keluarga dan juga dari pasanga. Jika perubahan badmod menjadi sangat intensif, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau psikolog.



3. Menjaga Nutrisi
Tips menjaga kehamilan usia muda selanjutnya adalah dengan memperhatikan asupan  nutrisi. Hamil muda seringkali dilengkapi dengan rasa mual sampai selera makan yang hilang. Meskipun normal dalam keagdaan tersebut tetap harus dipaksa agar janin tidak kehilangan asupan nutrisi yang dibutuhkan dalam perkembangannya. Saat janin tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, risiko keguguranpun meningkat.
Maka dari itu, kami menyarankan Anda untuk membaca artikel sebelumnya tentang daftar makanan terbaik untuk penuhi gizi ibu hamil.


4. Hindari kebiasaan buruk
Ada beberapa kebiasaan yang cukup buruk dah harus dihilangkan saat hamil, misalnya dengan tidakmerokok, tidak mengonsumsi obat-obatan yang menghindai kafein dan juga alkohol yang tentunya membahayakan kehamilan anda karena akan menghambat pertumbuhan bayi.
Bahkan banyak penelitian menjukkkan bahwa ibu perokok, peluang janin terlahir tidak sempurna lebih tinggi. Sebagai tips menjaga kehamilan usia muda, sangat disarankan untuk menghindari kafein karena mempengaruhi jumlah zat besi dan memperburuk anemia. 


5. Menghindari makanan atau minuman tertentu
Ada beberapa jenis makanan dan kinuman yang sebaiknya dihindari pada saat hamil diantaranya daging atau telur yang dimasak kurang matang/masih mentah, karena dapat menyebabkan diare parah pada ibu hamil. Untuk itu pola makanpun wajib dijaga. Ibu hamil harus pandai dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Selaian makanan yang tepat, ibu hamil juga perlu mengonsumsi jenis buah-buahan. Akan tetapi, tidak semua jenis buah-buahan baik untuk ibu hamil seperti buah mangga, pisang, semangka, apel, kiwi, jambu, dll. Sedangkan buah-buahan yang tidak baik untuk ibu hamil seperti nanas, durian, dang nangka dikarena buah-buahan tersebut bersifat panas saat berada di dalam perut. Baca selengkapnya di artikel buah-buahan yang baik dan yang dilarang untuk ibu hamil.

6. Kurangi frekuensi hubungan seksual
Hubungan seksual adalah hal yang normal untuk suami istri, namun jika hubungan seksual dapat terjadi dalam frekuensi yang tinggi, sangat direkomendasikan saat ibu hamil di periode awal untuk mengurangi frekuensi hubungan intim. Menurut banyak dokter kandunga, tingginya frekuansi berhubungan seksual di masa awal kehamilan adalah penyebab utama keguguran, apalagi saat kondisi wanita hamil sedang tidak fit saat berhubungan intim.
Selain itu, orgasme akan mebuat rahim berkontraksi, sedangkan di awal kehamilan, rahim bekum memiliki kekuatan maksimal karena masih masa penyesuaian kehidupan dalam rahim. Selain itu, embrio masih dalam gumpaalan darah dan belum sempurna.
Berhubungan juga harus memperhatikan posisi supaya tidak menindih perut dikarenakan tekanan yang terlalu berat akan memicu keguguran.


7. Mewaspadai tanda-tanda bahaya kehamilan

Timbul flek atau pendarahan ringan saat kehamilan trimester pertama, termasuk normal. Namun, waspadai tanda-tanda keguguran eperti pendarahan saat hamil yang lebih banyak yang disertai dengan sakit perut ataupun tidak. Demikian juga jika cairan vagina saat hamil muda mengalami perubahan warna, bau ataupun membuat gatal. Ada kemungkinan terjadi infeksi yang perlu segera ditangani dokter. Infeksi juga dapat menimbulkan gejala rasa panas atau nyeri saat buang air kecil.


8. Melakukan pemeriksaan pada bidan atau dokter
Lakukan pemeriksaan pada bidan atau dokter secara teratur. Kunjungan pertama, umumnya seputar kesehatan ibu hamil dan menentukan usia kehamilan. Pe,eriksaan awal pada kehamilan juga ada kemungkinan mengindetifikasi faktor riresikosiko dan memeriksa kelainan kromosom pada janin.
Pemeriksaan pada kehamilan trimester pertama yang normal yaitu per 6 minggu. Jangan malu untuk megajukan pertanyaan mengenai kehamilan atau rencana persalinan nanti pada bidan atau dokter kandungan Anda.



EmoticonEmoticon